DEMAK, PANJI RAKYAT: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Demak, menangkap pelaku penimbunan BBM jenis solar dengan volume 1300 liter, yang disimpan di Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.
“Informasi dari masyarakat, kami kemudian membekuk tiga pelaku penimbun atau penyalahgunaan BBM jenis solar. Ketiga pelaku itu melakukan aksinya dengan cara membeli BBM di SPBU dan kemudian menjualnya ke tempat-tempat industri yang ada di Kabupaten Demak maupun wilayah lain,” kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono, dilasir dari Rmol, Kamis (19/1)
BACA JUGA: Windy Idol Dicegah Berpergian Ke Luar Negeri Sama KPK, Kira-kira Ada apa?
Dijelaskan oleh Budi, pelaku berhasil menimbun BBM dengan jumlah banyak tersebut dengan cara membelinya pada pengepul, yang membeli BBM solar di sejumlah SPBU di Kabupaten Demak.
Mereka menyalahgunakan surat rekomendasi BBM dari sejumlah kelompok tani, di Kabupaten Demak. Ketiga pelaku mengkut BBM hasil menimbun, dengan cara diangkutkan ke sepeda motor.
“Ketiga pelaku itu adalah RM, HL dan SS yang berdomisili di Kabupaten Demak. Mereka menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario untuk mengangkut derigen dari SPBU kemudian dipindahkan ke penampungan besar,” ujar Budi.
Pengakuan dari ketiga pelaku, telah berjalan selama 3 bulan dalam menampung dan menjual BBM. “Kami sudah menangani belasan kasus penyalahgunaan BBM di Kabupaten Demak. Hal itu merupakan prioritas dan atensi langsung Kapolri untuk mengungkap penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Indonesia,” ungkapnya.
Karena ulah tiga pelaku ini, dijatuhi dengan Pasal 55 Undang-undang No 22/2001 tentang Minyak dan Gas sebagaimana yang telah diubah Pasal 40 angka 9 Undang-undang RI 11/2020 tentang Cipta Kerja, juncto Pasal 55-56 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
“Kasus ini menjadi prioritas kami untuk melakukan penyelidikan lebih dalam terkait dari mana mereka mendapat BBM bersubsidi dan kemana saja mereka menjualnya. Kami juga akan melakukan penyelidikan dari mana surat rekomendasi BBM jenis solar untuk petani sehingga para pelaku dengan mudah mendapatkan BBM di SPBU,” tutupnya.
BACA JUGA: Dari Survei Airlangga Kebijaknnya Paling Terasa di Kalangan Pengusaha, Pada Masyarakat Gimana?