• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 10 Mei 2026
Panji Rakyat
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Panji Rakyat
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
ADVERTISEMENT
Home Dunia

Warga China Geram, Donald Trump Bidik 50% Saham TikTok

Penulis Raya
24 Januari 2025
A A
saham tiktok

Ilustrasi. (Freepik)

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

JAKARTA, PANJIRAKYAT: Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait kesepakatan izin platform media sosial TikTok di negaranya berjalan alot lantaran sejumlah syarat yang diajukannya. Salah satunya soal kepemilikan saham TikTok.

BACAJUGA

Teroris Bom Bali Hambali Tak Bisa Masuk Indonesia, Yusril Beberkan Alasannya

TNI Siap Turun Lakukan Misi Kemanusiaan di Myanmar

Diketahui, di China tempat perusahaan induk TikTok berada tidak merespon begitu positif terkait persyaratan yang diajukan Trump.

Hal ini terutama karena Donald Trump telah mengisyaratkan agar ia dapat meminta perusahaan untuk menyerahkan 50% saham TikTok supaya penutupan tak terjadi.

Selain itu, ia juga mengisyaratkan tarif atas barang-barang China dapat bergantung pada apakah Beijing menyetujui kesepakatan potensial pada masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Ketika ditanya mengenai visi Donald Trump untuk masa depan TikTok, Kementerian Luar Negeri China mengatakan “operasi dan akuisisi perusahaan” harus diputuskan oleh perusahaan dan sejalan dengan hukum China.

“Amerika Serikat harus sungguh-sungguh mendengarkan suara akal sehat dan menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, jujur, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan dari semua negara,” kata Juru Bicara Guo Jiakun pada Selasa pekan ini.

Adapun beberapa jam setelah pelantikannya pada Senin, 20 Januari 2025, Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda selama 75 hari penegakan hukum yang haruskan TikTok dilarang di AS kecuali jika dijual kepada pembeli dari AS atau salah satu sekutunya.

Tindakan eksekutif tersebut mengikuti janji Donald Trump pada Minggu lalu, ia akan menunda penegakan hukum.

TikTok menuturkan, jaminan tersebut memungkinkan untuk kembali online setelah tidak aktif selama lebih dari 12 jam selama akhir pekan.

“Penundaan itu akan membantu pemerintahan Donald Trump menentukan arah yang tepat ke depan dengan cara yang tertib yang melindungi keamanan nasional sambil menghindari penutupan tiba-tiba platform komunikasi yang digunakan oleh jutaan orang Amerika Serikat,” demikian isi perintah tersebut.

Reaksi China

Dalam beberapa hari terakhir, Donald Trump telah berulang kali menyatakan mungkin terbuka terhadap pembeli Amerika Serikat yang membeli setengah dari perusahaan dan menjalankannya sebagai usaha patungan 50:50 dengan pemiliknya saat ini di China, ByteDance.

Usaha patungan yang melibatkan perusahaan AS dengan 50% saham di TikTok akan melunakkan isi hukum yang kontroversial itu, meskipun tidak jelas apakah anggota parlemen AS atau TikTok yang menyangkal hal itu menimbulkan risiko keamanan nasional bagi orang Amerika Serikat akan menerimanya.

Di media sosial China, salah satu dari sekian banyak upaya Amerika Serikat untuk menghalangi kecakapan teknis Beijing, saran Trump disambut negatif.

Puluhan juta pengguna di platform media sosial Weibo berbondong-bondong dengan tagar yang terkait dengan potensi kepemilikan 50-50, dengan banyak yang mengecam pemerintah Amerika Serikat.

“Apple dan Tesla juga harus menyerahkan 50% saham mereka kepada perusahaan China,” demikian dari salah satu komenta

 

(Raya)

Tag: chinaDonald TrumpSaham TikTokTiktok

Artikel Terkait

kerusuhan bangladesh
Dunia

WNI Meninggal dalam Kerusuhan Bangladesh, Akibat Hirup Asap Pembakaran!

8 Agustus 2024
joe biden pelantikan
Dunia

Sikap Biden untuk Pelantikan Presiden AS Periode Baru

31 Oktober 2024
trump presiden as
Dunia

Macam Janji Trump Usai Terpilih Jadi Presiden AS, Kebijakan Israel Tetap Sama?

11 November 2024
Dunia

Imbas Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Menewaskan 32 Orang

10 Juli 2024
Mahmoud Abbas Donald Trump
Dunia

Isi Telpon Presiden Palestina dan Donald Trump, Harapan Besar bagi Gaza

9 November 2024
kemlu wni konflik
Dunia

WNI Imbau WNI Tak Kunjungi 3 Negara Rawan ini soal Eskalsi Konflik Timur Tengah

5 Agustus 2024
Artikel Selanjutnya
Budi Santoso

Resmi Gabung PAN, Mendag Budi Santoso Langsung Jadi Ketua DPP

Artikel Terpopuler

  • kebanyakan makan keju

    Dampak Buruk Kebanyakan Makan Keju, Ngeri Juga!

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Cara Fermentasi Black Garlic di Rumah, Anti Gagal!

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Daftar Novel Sejarah Tema G30S PKI, Tertuang Tragedi Politik

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mobil Toyota Paling Irit 2024, Ada Punya Anda?

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Awas Situs Ilegal Bikin Rugi, Ini Daftar Lengkap Platform Streaming Legal!

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Momentum HUT PSI ke-11, Kaesang Tekankan Pembuktian ke Kader untuk Jadi Partai Besar

Momentum HUT PSI ke-11, Kaesang Tekankan Pembuktian ke Kader untuk Jadi Partai Besar

17 November 2025
Lelang IKN

Otorita IKN Buka Lelang Hunian ASN

17 November 2025
prabowo raja yordania

Ketika Prabowo Ditabur Pujian oleh Raja Yordania

15 November 2025
cita cita gus dur

PKB Sebut Cita-cita Besar Gus Dur Belum Terwujud untuk Bangsa

13 November 2025

Panji Rakyat merupakan portal berita yang hadir sebagai media online dan menjadi sumber referensi informasi terpercaya yang aktual dan berimbang.

Part of:

Informasi Lainnya

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Kontak

  • kontak@panjirakyat.com
© 2022 Panji Rakyat
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle

© 2022 Panji Rakyat