• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 17 April 2026
Panji Rakyat
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Panji Rakyat
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
ADVERTISEMENT
Home Umum

Menghidupkan Tenun Majalaya yang Mati Suri Puluhan Tahun

Penulis Raya
3 Juli 2024
A A
Tenun Majalaya

Tenun Majalaya. (Pinterest)

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

BANDUNG,PANJIRAKYAT: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung berupaya membangkitkan kembali popularitas produk lokal tenun Majalaya.

BACAJUGA

Prediksi Cuaca BMKG Hari ini, Lihat Prakiraan Kota Besar di Pulau Jawa

Potensi Megathrust di Jabar, Pj Gubernur Terbitkan SE!

Dekranasda Kabupaten Bandung berupaya mengangkat kembali citra kain tenun Majalaya sebagai produk tekstil dengan desain modern, baik berupa busana maupun aksesorisnya.

Tujuannya, tak lain untuk meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat dalam melestarikan budaya lokal serta kebangkitan ekonomi, terutama para pelaku industrinya.

Sekilas Sejarah Tenun Majalaya

Industri tekstil tradisional tenun Majalaya yang lahir dan berkembang di kawasan Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kian meredup pasca era 60-an.

ADVERTISEMENT

Mengutip kecamatanmajalaya.blogspot, Majalaya memiliki sejarah industri tekstil yang cukup panjang, di mana tahun 1930-an merupakan tonggak awal perkembangan industri tekstil.

Perkembangan industri tekstil ini dipelopori oleh beberapa pengusaha tekstil lokal seperti Ondjo Argadinata, H. Abdulgani, dan lainnya.

Di era tersebut juga diwarnai dengan bermunculannya industri tenun rumahan yang masih menggunakan tustel atau alat tenun bukan mesin (ATBM).

Penyebaran kegiatan menenun berlangsung cukup cepat karena tingginya persentase rumah tangga yang tidak memiliki lahan dan melakukan pertanian marginal.

Selain itu, kegiatan menenun merupakan tradisi lama, tetapi masih menjadi tipikal keterampilan perempuan kelas menengah.

Selain itu keterlibatan buruh-buruh di pabrik-pabrik tenun pada awal tahun 1930-an memberi bekal mereka untuk membuka usaha tenun sendiri.

Gerakan Dekranasda Kabupaten Bandung

Dekranasda Kabupaten Bandung ambil bagian dalam acara Pekan Kreatif Jawa Barat, di Trans Hotel Kota Bandung pada Minggu (30/6/2024).

Bahkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna beserta Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawaty ikut serta dalam peragaan busana dengan gaun tenun Majalaya dalam Peragaan Wastra dan Produk Unggulan Jawa Barat acara tersebut.

Bertema busana mancanegara dengan kombinasi produk tekstil khas daerah Kabupaten Bandung, Bupati Dadang dan Emma memamerkan baju bergaya Inggris.

Bupati Dadang tampil modis dengan setelan warna hitam berbahan sarung tenun Majalaya berpadu dengan topi fedora berbahan kulit berwarna senada.

Di sampingnya, Emma mengenakan gaun panjang berwarna ungu berbahan sarung tenun Majalaya yang selaras dengan lapisan kain tile. Tak lupa, topi cartwheel berwarna merah muda juga menambah kesan anggun istri bupati Bandung tersebut.

BACA JUGA: Menyelami Makna Filosofi Patung GWK Bali

Sambil berjalan bersama, Bupati Dadang dan Emma membuktikan bahwa tenun Majalaya yang dahulu hanya sebagai sarung, kini bisa harmonis menjadi beragam busana, contohnya setelan baju untuk laki-laki maupun gaun cantik untuk perempuan.

Selain peragaan busana, acara Dekranasda Jawa Barat tersebut juga memberikan kesempatan bagi 27 kota/kabupaten di Jawa Barat untuk memamerkan produk kerajinan khasnya sebagai ajang memperkenalkan produk lokal ke masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Dekranasda Kabupaten Bandung turut menampilkan beragam produk mulai dari kain batik kina, sarung Majalaya, tas, hingga aksesoris seperti kalung dan bros.

(Dist)

Tag: DekranasdaMajalayaTenunTenun Majalaya

Artikel Terkait

Umum

Tak Dipungkiri Macet Ibu Kota Disebabkan Proyek Insfrastruktur

14 Februari 2023
Opini

Yana Tersangka Suap, Sudah Bikin Malu Gerindra

16 April 2023
Hukum

Di Persidangan, Dody Bongkar Isi Surat dari Terdakwa Teddy Minahasa

10 Juli 2024
Umum

Jelang Ramadhan Sudah Disambut Kenaikan Harga Kebutuhan Dapur

9 Maret 2023
Umum

GP Ansor Minta Polisi, Tangkap Sang Kekasih Anak Pejabat Pelaku Kekerasan

25 Februari 2023
Hukum

Debt Collector Perampas Mobil Selebgram, Digiring Ke Kantor Polisi Tak Segarang Waktu Itu

23 Februari 2023
Artikel Selanjutnya
Indonesia Juara 1 dalam Membuang Makanan di ASEAN!

Indonesia Juara 1 dalam Membuang Makanan di ASEAN!

Artikel Terpopuler

  • judol-komdigi-megawati

    1 Tersangka Kasus Judol Lingkaran Oknum Komdigi Disebut Ponakan Megawati!

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Gegara Boneka Beruang, Siluet Telanjang Choi Hyun Wook Terungkap

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Panduan Lengkap Pajak 5 Tahunan Kendaraan: Biaya, Aturan, dan Sanksi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Lirik dan Makna Mendalam Lagu Majelis Lidah Berduri – Selat, Malaka

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Lagi Tren, Ini Cara Bikin Foto Berpelukan dengan Al!

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Momentum HUT PSI ke-11, Kaesang Tekankan Pembuktian ke Kader untuk Jadi Partai Besar

Momentum HUT PSI ke-11, Kaesang Tekankan Pembuktian ke Kader untuk Jadi Partai Besar

17 November 2025
Lelang IKN

Otorita IKN Buka Lelang Hunian ASN

17 November 2025
prabowo raja yordania

Ketika Prabowo Ditabur Pujian oleh Raja Yordania

15 November 2025
cita cita gus dur

PKB Sebut Cita-cita Besar Gus Dur Belum Terwujud untuk Bangsa

13 November 2025

Panji Rakyat merupakan portal berita yang hadir sebagai media online dan menjadi sumber referensi informasi terpercaya yang aktual dan berimbang.

Part of:

Informasi Lainnya

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Kontak

  • kontak@panjirakyat.com
© 2022 Panji Rakyat
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle

© 2022 Panji Rakyat