• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 11 Agustus 2026
Panji Rakyat
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Panji Rakyat
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
ADVERTISEMENT
Home Dunia

Marcos ke Beijing Bahas Laut China Selatan

Penulis Wira
4 Januari 2023
A A

foto (web)

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

BEIJING, PANJI RAKYAT: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Selasa (3/1) memulai kunjungan tiga hari ke China dan pemimpin kedua negara diperkirakan membicarakan masalah Laut China Selatan.

BACAJUGA

Sahroni Tak Akan Tuntut Penjarah yang Sudah Beritikad Baik ke Kantor Polisi

Teroris Bom Bali Hambali Tak Bisa Masuk Indonesia, Yusril Beberkan Alasannya

Tujuan Pembicaraan antara Filipina dan China diperkirakan untuk menetapkan arah baru pada hubungan mereka, Manila memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan Beijing di Laut China Selatan.

Lawatan itu menandai kunjungan kenegaraan pertama Marcos di luar Asia Tenggara sejak dia menjabat sebagai Presiden Filipina pada Juni 2022.

Pendahulu Marcos, Rodrigo Duterte, dikenal karena sikapnya yang menenangkan Beijing.

ADVERTISEMENT

Duterte mengambil sikap akomodatif terhadap penerobosan China di perairan yang diklaim oleh Manila –dengan imbalan investasi yang dijanjikan dari negara ekonomi utama Asia itu.

Dalam pidatonya sebelum meninggalkan Manila, Marcos mengatakan dia menantikan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping “saat kita berupaya mengubah lintasan hubungan ke tingkat yang lebih tinggi”.

Hubungan seperti itu diharapkan Filipina akan membawa banyak prospek dan peluang berlimpah untuk perdamaian dan pembangunan bagi kedua negara.

Presiden Filipina itu juga menyatakan keinginannya untuk membahas “masalah keamanan politik yang bersifat bilateral dan regional” dengan Xi.

“Kami akan berusaha menyelesaikan masalah-masalah itu untuk dapat saling menguntungkan kedua negara,” katanya, menambahkan.

Marcos juga tampaknya akan melanjutkan diskusi dengan Xi tentang kemungkinan eksplorasi minyak dan gas bersama di Laut China Selatan, menurut seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Filipina.

Marcos dan Xi mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka di Bangkok, Thailand, pada November 2022.

Asisten Menteri Luar Negeri Filipina untuk Urusan Asia dan Publik Neal Imperial pada Kamis (29/12)  lalu mengatakan  bahwa Marcos menginginkan situasi “damai dan stabil” di Laut China Selatan dan akan “terus menegakkan kedaulatan Filipina.”

Dia mengatakan kedua negara diharapkan menandatangani kesepakatan untuk membangun jalur “komunikasi langsung” untuk menghindari “salah perhitungan” di Laut China Selatan.

Menurut Imperial, satu delegasi bisnis Filipina turut dalam perjalanan ke China dengan Marcos dan lebih dari 10 perjanjian bilateral diharapkan akan ditandatangani mengenai kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan investasi, serta infrastruktur.

Kedua negara juga berencana memperbarui kesepakatan tentang partisipasi Manila dalam Infrastruktur Sabuk dan Jalan yang diprakarsai China, kata Imperial.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan pada Jumat (30/12) lalu bahwa kedua negara adalah “tetangga dekat yang saling berhadapan di seberang lautan”.

Wang juga menyatakan kesediaan Beijing untuk “meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan hubungan bilateral serta mengantarkan ‘zaman keemasan’ baru dalam persahabatan bilateral (China-Filipina).”

China, Filipina, Taiwan, Malaysia, Vietnam, dan Brunei memiliki klaim yang tumpang tindih di Laut China Selatan, yakni wilayah yang kaya akan mineral dan berfungsi sebagai jalur perdagangan penting.

Pada 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag membatalkan klaim China di Laut China Selatan, tetapi Beijing menolak keputusan itu dan melanjutkan pembangunan militernya di wilayah tersebut.

Pada Desember 2022, Manila mengatakan “sangat prihatin” tentang laporan reklamasi baru China di pulau-pulau tak berpenghuni di Laut China Selatan.

Manila mengatakan tindakan itu bertentangan dengan prinsip pengendalian diri, seperti yang diamanatkan dalam perjanjian 2012 antara China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang termasuk Filipina.

Sumber: Kyodo-OANA

(WIRA/ANT)

Tag: terbaruTerkini

Artikel Terkait

raja belanda
Dunia

Raja Belanda Minta Maaf Gegara Polisi Salah Tangkap DJ Radio karena Dikira Buntuti Putri Mahkota

25 Agustus 2024
peternakan manusia
Dunia

Ngeri! Kasus ‘Peternakan Manusia’ Jual Sel Telur Ratusan Wanita

12 Februari 2025
japan airlines
Dunia

Japan Airlines Tawarkan Liburan Gratis ke Jepang, Mau?

19 September 2024
Dunia

Aneh,Konflik Moskow dan Kyiv Kok Italia Jadi Mediator?

5 Januari 2023
negara korup dunia
Dunia

Negara Tingkat Korup Rendah di Dunia, Ada Tetangga Indonesia!

26 September 2024
Dunia

Iran Serukan Negara Islam Embargo Usir Dubes Zionis Israel

18 Oktober 2023
Artikel Selanjutnya

Dirut PT Alfatih Diamankan Polda Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terpopuler

  • Aki RX king

    Aki RX King Konslet, Rumah di Kebumen Hangus

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Terlanjur Custom ROM, Bernahkah Garansi HP akan Musnah?

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Punya Penyakit Anemia? Jangan Coba-coba Santap Makanan Ini!

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Megawati Umrah dan Ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW, Doakan Bangsa

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Cekcok Berujung KDRT Keji! Istri Dibacok, Suami Dibekuk Polisi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Momentum HUT PSI ke-11, Kaesang Tekankan Pembuktian ke Kader untuk Jadi Partai Besar

Momentum HUT PSI ke-11, Kaesang Tekankan Pembuktian ke Kader untuk Jadi Partai Besar

17 November 2025
Lelang IKN

Otorita IKN Buka Lelang Hunian ASN

17 November 2025
prabowo raja yordania

Ketika Prabowo Ditabur Pujian oleh Raja Yordania

15 November 2025
cita cita gus dur

PKB Sebut Cita-cita Besar Gus Dur Belum Terwujud untuk Bangsa

13 November 2025

Panji Rakyat merupakan portal berita yang hadir sebagai media online dan menjadi sumber referensi informasi terpercaya yang aktual dan berimbang.

Part of:

Informasi Lainnya

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Kontak

  • kontak@panjirakyat.com
© 2022 Panji Rakyat
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Politik
  • Otomotif
  • Tekno
  • Lifestyle

© 2022 Panji Rakyat